SIKAP DAN ETIKA DALAM BERAGAMA

Posted: November 22, 2011 in Uncategorized

SIKAP DAN ETIKA BERAGAMA

 

SIKAP & ETIKA

Menurut kamus besar bahasa Indonesia;

  1. sikap adalah perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan kepada pendirian (keyakinan)
  2. etika berasal dari kata etik yang mempunyai dua pengertian;
  3. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
  4. Nilai mengenai benar dan salah yang dianur suatu golongan atau masyarakat.
  5. etika itu sendiri mempunyai arti ilmu tentang apa yang baik dan buruk, dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)

 

SIKAP DAN ETIKA BERAGAMA

Kebebasan Beragama adalah HAM

Perbedaan adalah “REALITAS

Pluralitas atau Pluralisme

Konsep Islam Menyikapi “Perbedaan

Kerukunan Hidup dan Dialog

Antar Umat Beragama

 

 

KEBEBASAN BERAGAMA ADALAH HAM

Hak kebebasan beragama bersifat mutlak yang merupakan wujud dari ‘inner freedom’ (‘freedom to be’) termasuk hak asasi manusia yang paling inti, oleh karena itu bersifat non-derogable [hak-hak yang tidak dapat ditangguhkan atau dibatasi atau dikurangi pemenuhannya oleh siapapun termasuk negara, meskipun dalam kondisi darurat sekalipun], dan harus dihormati oleh siapapaun termasuk negara dalam keadaan apapun dan kapanpun (Conde, 1999: 96/ MM. Billah)

 

PERBEDAAN ADALAH “REALITAS

Adalah suatu hal yang aksioma bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural, beraneka ragam suku, bahasa, dan juga agama. Perberbedaan itu hendaknya dibarengi dengan semangat tetap menghargai perbedaan identitas masing-masing dan menghindari penyeragaman

 

PLURALITAS

n  Pluralitas adalah sebuah pengakuan adanya keberagaman dalam kehidupan ini, termasuk keberagaman keyakinan dan cara beribadah.

n  Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan

 

n  Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

 

 

KONSEP ISLAM MENYIKAPI “PERBEDAAN

1)      Islam mengakui eksistensi agama lain, dan memberinya hak hidup berdampingan (QS. Al Kafirun ayat 6)

2)      Larangan memaksakan suatu agama kepada orang lain (QS. Al Baqoroh 256)

3)      Larangan yang mencerca orang yang menyembah selain Allah (QS.  Al An’am 108)

4)      Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan yang dianggapnya benar dengan segala konsekwensinya. (QS. Al Nahl 93)

5)      Islam tidak melarang umatnya untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada pemeluk agama lain (QS. Al Mumtahinah; 8)

 

DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA

Mukti Ali menjelaskan bahwa ada beberapa pemikiran diajukan orang untuk mencapai kerukunan dalam kehidupan beragama. Diantaranya;

ü  Pertama, sinkretisme,

bahwa semua agama adalah sama.

ü  Kedua, reconception,

menyelami dan meninjau kembali agama sendiri dalam konfrontasi dengan agama-agama lain.

ü  Ketiga, sintesis,

menciptakan suatu agama baru yang elemen elemennya diambilkan dari pelbagai agama

ü  Keempat, penggantian,

mengakui bahwa agamanya sendiri itulah yang benar, sedang agama-agama lain adalah salah; dan berusaha supaya orang-orang yang lain agama masuk dalam

agamanya.

ü  Kelima, agree in disagreement

setuju dalam perbedaan

 

DIALOG & TANTANGAN UMAT BERAGAMA

Dialog adalah upaya untuk menjembatani bagaimana benturan bisa dieliminir. Selanjutnya, suatu dialog akan dapat mencapai hasil yang diharapkan apabila, paling tidak, memenuhi hal-hal berikut ini;

 

SYARAT DIALOG

  • Pertama, adanya keterbukaan atau transparansi.
  • Kedua adalah menyadari adanya perbedaan.
  • Ketiga adalah sikap kritis, yakni kritis terhadap sikap eksklusif dan segala kecenderungan untuk meremehkan dan mendiskreditkan orang lain.
  • Keempat adalah adanya persamaan
  • Kelima, adalah ada kemauan untuk memahami kepercayaan, ritus, dan simbol agama dalam rangka untuk memahami orang lain secara benar.

KENDALA DIALOG

1)      Kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang agama-agama lain secara benar dan seimbang, akibatnya kurang penghargaan dan muncul sikap saling curiga yang berlainan.

2)      Faktor-faktor sosial politik dan trauma akan konflik-konflik dalam sejarah, misalnya Perang Salib atau konflik antar agama yang pernah terjadi di suatu daerah tertentu.

3)      Munculnya sekte-sekte keagamaan yang tidak ada sikap kompromistik dengan memakai ukuran kebenaran hitam-putih.

4)      Kesenjangan sosial ekonomi, terkurung dalam ras, etnis dan golongan tertentu.

5)      Masih adanya kecurigaan dan ketidakpercayaan kepada orang lain.

6)      Penafsiran tentang misi atau dakwah yang konfrontatif.

7)      Ketegangan politik yang melibatkan kelompok agama.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s